Dinkes Abdya Rapid Test Keluarga PDP, 9 Negatif

Laporan: Heri Purwanto author photo


Abdya- Sebanyak 9 orang warga yang pernah kontak langsung dengan AS (IRT/42) asal Kecamatan Manggeng Aceh Barat Daya (Abdya) yang kini berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona di RSUD Zainoel Abidin, mengikuti pemeriksaan rapid test. Hasil rapid test menyatakan semuanya negatif corona.

Sumber yang berhasil dihimpun Aceh Press, tim pemeriksa rapid test terdiri dari Kapuskes Manggeng  Eddy Fitri, Kasi Surveilans Dinkes Abdya Mansuri SKM, Kasi P2PM Dinkes Abdya Edi Muksin SKM, Staf Surveline Dinkes Abdya Eni Afrida dan petugas Lab Dinkes Abdya Rice Levia.

Sementara untuk data Kesembilan warga yang diperiksa rapid test corona diantaranya, SA (pria/53), ZN (balita/4), KU (perempuan/19), AL (pria/12), dan NM (perempuan/65). Kelima orang ini tercatat warga dalam kabupaten, sedangkan 4 sisanya berasal dari Aceh Selatan yaitu, IS (perempuan/34), DR (perempuan/20), ML (balita/4), dan SR (perempuan/35).

"Ya benar, tadi hari kita telah lakukan pemeriksaan rapid test terhadap 9 orang yang pernah kontak langsung dengan AS. Alhamdulillah mereka semuanya negatif," terang Kadinkes Abdya Safliati, SKM saat dikonfirmasi indojayanews.com, Senin (27/4) malam.

Safliati menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesehatan warga dari penularan corona. Ia berharap dengan adanya hasil rapid test itu bisa menghilangkan kepanikan di tengah masyarakat.

Kendati demikian, lanjut Safliati, para warga tetap harus selalu waspada dan senantiasa melaksanakan protokol pencegahan corona seperti memakai masker, jaga jarak dengan orang sekitar dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

Safliati yang juga sekaligus sebagai Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Abdya menghimbau lapisan masyarakat dalam kabupaten agar terus meningkatkan menjaga kebersihan badan/lingkungan serta memperkuat imun tubuh dengan cara perbanyak konsumsi vitamin c, makan makanan yang berserat gizi, tidak merokok, rajin olahraga, cukup istirahat dan tidak stres (panik).

"Dan terakhir yang paling penting teruslah berdoa kepada Allah SWT, semoga dengan keberkahan bulan Ramadhan ini, pandemi corona segera berakhir," tutupnya.
Share:
Komentar

Berita Terkini