Dandim Abdya Penuhi Janji Dukung Pemasangan Keramik Musholla Desa

Laporan: Heri Purwanto author photo

2 orang Babinsa ahli bangunan dukung pemasangan keramik bantuan Kodam IM di Musholla Keude Siblah 


ACEHPRESS, Abdya- Komandan Kodim 0110/Abdya Letkol Inf Roqich Hariadi menunaikan janji beri dukungan material dan tenaga tukang untuk pengerjaan keramik Musholla Al Ikhlas di Desa Keude Siblah Kecamatan Blangpidie. 


Janji tersebut disampaikan Dandim menanggapi permintaan warga setempat saat menyalurkan bantuan keramik program Kodam IM Cinta Meunasah di tiga tempat pada Kamis (25/2) lalu. 


Warga berharap bantuan keramik sebanyak 360 kotak hasil kerjasama Kodam IM dengan PT. Arwana Citra Tbk itu bisa dirasakan manfaatnya sebelum Ramadhan mendatang.


Kepada Dandim warga mengungkap Musholla yang dibangun pada 2015 lalu itu minim dukungan dan perhatian dari daerah. 


Mengamini permintaan itu secara swadaya Kodim Abdya dengan dibantu dukungan rekanan menyuplai bantuan material dan tenaga tukang demi kelancaran target pembangunan. 


"Terhitung mulai dari Senin kemarin, anggota kita yang ahli bangunan sudah bergabung dengan warga, menggenjot progres tersebut," kata Dandim saat ditemui media ini di Blangpidie, Rabu (2/3). 


Terpisah, Pj. Kades Keude Siblah T. Rinaldy membenarkan keramik bantuan dari Kodam IM yang disalurkan oleh Kodim Abdya telah mulai dipasang sejak Senin kemarin. Pengerjaan tersebut dilakukan oleh relawan warga dan dimotori dua orang Babinsa yang ahli bangunan. 


Rinaldy menyebutkan, pengerjaan pemasangan keramik tersebut dilakukan oleh Babinsa secara apik. Ia mengakui selama dua hari bergabung dengan Babinsa, kecintaannya terhadap TNI menjadi semakin meningkat. Pasalnya, ia menyaksikan sendiri bagaimana keloyalan dan kedisiplinan TNI, bekerja tulus untuk kepentingan rakyat 


"Jam 8 tet orang ini (TNI) sudah standby di Musholla. Dalam bekerja mereka selalu ada target. Meskipun kejar target, mereka ini pandai bisa menghidupkan suasana santai tapi serius," bebernya.

Share:
Komentar

Berita Terkini