HUTANG NEGARA INDONESIA YANG BELUM DITUNTASKAN

Laporan: AYU author photo



 Banda Aceh -  Dalam rangka menyelesaikan tugas UAS. Cassy meiske, Mahasiswi Ilmu politik Universitas syiah kuala, Banda aceh, ingin mencari tahu Alasan dibalik hutang negara Indonesia yang belum dituntaskan.

​Usia Negara republik Indonesia sudah menginjak 77 tahun. Hingga sampai saat ini Indonesia pun masih saja terbelit dengan namanya hutang. Bahkan, hutang pemerintah pun dari masa ke masa.

Presiden kita yang sekarang Pak Jokowi yang dimana Utang pemerintah di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membengkak. Rasio terhadap PDB juga menanjak menjadi 29,2 persen. Berikut rincian utang pemerintah Jokowi dari tahun ke tahun:

1. Total utang pemerintah tahun 2014: Rp 2.608,78 triliun
2. Total utang pemerintah tahun 2015: Rp 3.165,13 triliun
3. Total utang pemerintah tahun 2016: Rp 3.706,52 triliun
4. Total utang pemerintah tahun 2017: Rp 3.938,70 triliun
5. Total utang pemerintah tahun 2018: Rp 4.418,30 triliun
6. Total utang pemerintah tahun 2019: Rp 4.779,28 triliun
7. Total utang pemerintah tahun 2020: Rp 6.074,56 triliun
8. Total utang pemerintah per Februari 2022: Rp 7.014,58 triliun.

Setiap utang yang dilakukan pemerintah dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan yang sifatnya produktif dan investasi dalam jangka panjang seperti membangun infrastruktur, membiayai pendidikan dan kesehatan yang dalam jangka panjang akan menghasilkan dampak berlipat untuk generasi mendatang. Juga alasan mengapa Negara berutang itu dikarenakan Ketertinggalan infrastruktur dan masalah konektivitas.

Saat ini pemerintah mengambil kebijakan fiskal ekspansif dimana Belanja Negara lebih besar daripada Pendapatan Negara untuk mendorong perekonomian tetap tumbuh. Lalu terdapat kebutuhan masyarakat yang mendesak dan tidak dapat ditunda. Utang tersebut aman karena digunakan untuk belanja produktif.

Jadi dibalik meningkatnya hutang Negara juga mempunyai alasan mengapa hutang Negara bisa meningkat dengan pesat. Jika para pembaca ingin tahu lebih lanjut mengenai jawab utang ini bisa saja membuka laman kementrian keuangan. Disana lebih detail dan banyak menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenak para pembaca. Semoga informasi data ini membuat para pembaca menjadi paham akan utang Negara yang ada di Indonesia dan juga mengetahui alasan dibaliknya.( ADV )

(Penulis, Cassy Meiske, Mahasiswi jurusan Ilmu Politik FISIP – Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)
Share:
Komentar

Berita Terkini