Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Menggelar Kampanye Membaca di Aceh Tengah

Laporan: REDAKSI author photo
Banda Aceh – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) kembali mengambil inisiatif dalam memperkuat budaya literasi di kalangan masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan kampanye membaca. Kali ini, kampanye membaca diselenggarakan di Kabupaten Aceh Tengah pada Selasa, 30 April 2024. Acara tersebut dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tengah, Ir. T. Mirzuan, MT, yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP, MSP.

Dalam sambutannya, Dr. Edi Yandra, S.STP, MSP, menyampaikan keprihatinannya atas fakta bahwa banyak kalangan masyarakat yang terlalu terikat dengan media sosial dan belum memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan literasi. Beliau menggarisbawahi pentingnya penggunaan teknologi sebagai alat untuk memperluas akses terhadap informasi yang bermanfaat.

"Kegiatan kampanye membaca tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat, tetapi juga untuk mempromosikan pemilihan literasi yang bermanfaat dan relevan dengan gempuran informasi dari media sosial dan internet,” ungkap Dr. Edi Yandra.

Beliau juga meyakini bahwa dengan seringnya masyarakat diperkenalkan dengan dunia literasi dan didukung oleh fasilitas seperti buku, minat baca di Aceh Tengah akan meningkat. Namun, Dr. Edi Yandra menekankan pentingnya menyediakan akses ke buku digital sebagai langkah nyata untuk memperluas jangkauan literasi di masyarakat.

"Kami berharap agar literasi di Langsa terus berkembang, dan kami tidak hanya akan membatasi diri pada kegiatan kampanye semata, tetapi juga akan menyediakan sumber daya seperti buku digital agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Selain upaya kampanye membaca, DPKA juga telah merancang proyek “Mall Baca”, sebuah konsep perpustakaan modern yang nyaman dan menarik bagi masyarakat. Selain itu, mereka juga mengoperasikan perpustakaan keliling yang mendatangi sekolah-sekolah, taman, dan tempat ramai lainnya untuk memperluas cakupan literasi di wilayah tersebut.

Tentu, langkah-langkah ini tidak mudah dilakukan. Pj Bupati Aceh Tengah, Ir. T. Mirzuan, MT, menegaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Beliau menambahkan bahwa keberadaan perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat, yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan kesejahteraan.

Dengan adanya dukungan pemerintah daerah dan upaya mensosialisasikan keberadaan perpustakaan, diharapkan literasi masyarakat Aceh, khususnya di Aceh Tengah, dapat terus meningkat dalam waktu yang akan datang. (Advertorial)
Share:
Komentar

Berita Terkini