Catatan Sejarah Dayah AMAL Peureulak: Dari Balai Pengajian Kini Berstatus Perguruan Tinggi

Laporan: Admin author photo


PEUREULAK | Suatu malam diawal pagi, Tarmizi Age akrab disapa Al Mukarram bertandan ke Dayah Al-Madinatul Munawwarah Al-Waliyah Al Aziziyah (Dayah AMAL) tepatnya di gampong Beusa Seberang, kecamatan Peureulak Barat, kabupaten Aceh Timur, Sabtu (6/7/2024).

Mukarram di sambut Tgk Amirul Mukminin, MH dengan ramah, akrab dan bak saudara, ia tampak masih segar sekalipun jarum jam sudah menunjukkan 3.45. Jelang awal subuh.

Tgk Amirul Mukminin, MH adalah anak lelaki dari pendiri yang juga pimpinan Dayah AMAL Ayah Armis Musa. Ayah Armis Musa memiliki  3 orang anak perempuan dan 2 anak lelaki, sedangkan Tgk Amirul Mukminin merupakan anak lelaki tertua.

Mencerikan tentang kisah awal mula Dayah AMAL ini didirikan Ayah Armis Musa (Ayah Armis Peureulak) dari sebuah balai pengajian kecil yang didirikan pada pada tahun 2002, hingga pada tahun 2014 berstatus Perguruan Tinggi.

Begini ceritanya, pada tahun 2002 Ayah Armis memulai membangun sebuah balai pengajian yang sangat sederhana di belakang rumahnya, pada sepetak tanah berukuran kira-kira 50 m x 50 m dengan nama Balai Pengajian Al-Munawarah.

Dari balai pengajian ini naik status menjadi Dayah setelah diresmikan oleh Prof. Dr.  Muhibuddin Waly (Abuya Doktor) pada tahun 2007 menjadi namanya Dayah Al-Madinatul Munawwarah Al-Waliyah.

Selanjutnya pada tahun 2018 Dayah Al-Madinatul Munawwarah Al-Waliyah ditambahkan "Al Aziziyah" setelah diresmikan oleh Syaikh H Hasnoel Bsri HG (Abu MUDI), nah setelah itu maka nama lengkap Dayah tersebut menjadi Dayah Al-Madinatul Munawwarah Al-Waliyah Al Aziziyah (Dayah AMAL).

Pada tahun 2011 gubernur Aceh drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc. meresmikan SMP, SMA dan SMK di Dayah AMAL pimpinan Ayah Armis Peureulak.

Kembali menyangkut balai pengajian yang didirikan di sepetak tanah oleh Ayah Armis Peureulak kini telah berkembang pesat dengan luasan lahan mencapai 3 hektar.

Tanah yang dibeli dengan uang pribadinya, semua diwaqafkan untuk pendidikan agama dengan niat ingin membantu memajukan putra-putri Aceh dan Indonesia.

Murid di Dayah ini pada awal berdirinya terdiri dari anak yatim dan piatu korban konflik dan Tsunami.

Namun kini setelah berkembang maju dari tahun ke tahun, Dayah AMAL kini telah menerima murid non yatim dan Piatu, sekalipun tetap mempertahankan program awal menggratiskan biaya kepada murid yatim dan piatu.

Murid di Dayah Amal yang pada awal mulanya hanya dari Aceh saja, kini berkembang luas dari nasional hingga inter nasional.  Dari awal mula santrinya berjumlah 20 orang hingga saat ini sudah mencapai 1. 200 orang.

Dalam membangun niat suci Ayah Armis untuk membuka pintu pendidikan untuk anak bangsa, Ia miliki usaha toko bangunan 5 pintu di Peureulak Barat dan beberapa usaha lainnya.

Dari hasil usaha inilah Ayah membiayai segala keperluan dan kebutuhan Dayah AMAL termasuk pembangunan. Ada juga bantuan dan sumbangan serta sedaqah dari para dernawan lainya.

Harapan Ayah Armis Musa (Ayah Armis Peureulak) dengan adanya tempat pendidikan ini, maka bisa membantu anak yatim dan piatu serta fakir miskin dan santri untuk melanjutkan pendidikan agama dan formal dari mulai SMP sampai tamat kuliah, hingga mendapat pekerjaan, tutup Tgk Amirul.

Share:
Komentar

Berita Terkini